Hukum Moore
Pernyataan Gorden Moore dalam majalah Electronics yang terbit pada tanggal 19 April 1965 saat bekerja di Intel, memprediksi bahwa jumlah transistor didalam Integrated Circuit (IC) akan bertambah dua kali lipat setiap tahun. Namun sekitar tahun 1975 ia mengubah proyeksinya, bahwa pertambahan transistor didalam IC akan bertambah dua kali lipat setiap dua tahun, dan pada saat itu hukum Moore dikenal serta banyak digunakan oleh Industri semikonduktor (khususnya pembuat processor) sebagai target riset atau pengembangan untuk meningkatkan performa/kinerja CPU.
Gambar Majalah Electronics tahun 19 April 1965 dijual seharga 75 sen.
Menariknya pada tahun 2005, Intel membuat pengumuman di situs e-commerce eBay, mencari salinan asli majalah Electronics tersebut yang berisikan pernyataan Gorden Moore, dan menawarkan uang sebesar $10.00 USD. Tidak menunggu waktu yang begitu lama, seorang Insinyur dari Inggris bernama David Clark (kiri) menemukan dan menyerakan edisi majalah berharga tersebut kepada Intel melalui Nick Knupffer (kanan).
Gambar penyerahan salinan asli Majalah Electronik.
Perkembangan hukum Moore juga berpengaruh terhadap harga, yaitu dengan harga yang sama mikroprocessor akan mengalami peningkatan dua kali lebih cepat, begitu juga untuk kapasitas storage, ketajaman suatu sensor (misal kamera) dsb. Namun sejak tahun 1970 dilakukan penyusutan ukuran transistor didalam IC agar jumlahnya semakin banyak, pada akhirnya sampai sekitar diawal tahun 2020 hukum Moore dapat dikatakan hampir tidak berlaku lagi, salah satu alasannya karena jarak antara transistor sudah mencapai batasan terkecilnya, yaitu sekitar 5 nanometer. Namun jika ternyata hukum Moore ini tetap berlanjut maka dapat dikatakan harus membuat transistor dari komponen yang berukuran paling tidak seukuran atau lebih kecil dari atom atau hidrogen, bahkan menggunakan foton bukan elektron dalam chip untuk mentransfer data, tentunya akan memakan biaya yang sangat besar.
Gambar 40 Tahun Tren Processor.
Pada gambar dapat diartikan semakin tinggi jumlah transistor, maka performa/kecepatan komputasi (clock speed) akan semakin cepat serta penggunaan daya lebih efisien, namun terhenti karena batas panas (faktor kerapatan jarak transistor yang sangat rapat misal 5nm).
Meskipun hukum Moore sudah mendekati batasnya, hukum Moore dapat dikatakan sebagai salah satu pendorong revolusi Industri khususnya dibidang semikonduktor, dan beberapa alternatif untuk meningkatakan komputasi seperti penggunaan parallel computing, membuat chipset yang lebih kusus seperti perangkat GPU (Praphic Processing Unit), bahkan ide penggunaan quantum computing.
Perkembangan teknologi tetap akan meningkat baik dari aspek hardware maupun software, dan bukan semata-mata untuk meningkatkan kecepatan, namun harusnya meningkatkan berbagai fungsinya. Sebagi contoh sederhana dapat kita katakan dahulu komputer identik dengan perangkat dengan berbagai komponen yang besar, namun sekarang ini komputer sudah dapat kita genggam serta pintar (smartphone).
Referensi
- https://newsroom.intel.com/editorials/moores-law-electronics-magazine/
- https://www.infoq.com/news/2020/04/Moores-law-55/
- https://miqpartners.com/contract-manufacturer-experts-at-tss-explore-the-question-is-moores-law-still-applicable-today/
- https://venturebeat.com/2020/01/07/a-bright-future-for-moores-law/
- https://www.pcgamer.com/amds-5nm-cpus-could-be-monsters-if-tsmcs-transistor-numbers-are-right/
- https://siliconangle.com/2021/04/10/new-era-innovation-moores-law-not-dead-ai-ready-explode/
Warning!
We are not responsible for any loss whatsoever due to this site, also if you want to take this article please read terms of use or touch us via contact page.
If there is question, please discuss below. Very welcome and expected to provide corrections, criticisms, and suggestions.
Be the first :D