Perbedaan Docker vs Virtual Machine: Konsep & Instance
Dalam dunia komputasi modern, pengelolaan aplikasi yang efisien menjadi sangat penting. Dua teknologi utama yang digunakan untuk mengisolasi dan menjalankan aplikasi adalah Virtual Machine (VM) dan Docker (Container). Meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama, cara kerjanya sangat berbeda. VM menjalankan sistem operasi lengkap di atas hypervisor, sementara Docker hanya mengisolasi aplikasi dengan berbagi kernel sistem operasi host. Sebelum melihat perbandingan lebih detail, mari kita pahami bagaimana keduanya bekerja atau jika diperlukan telaah terlebih dahulu mengenai konsep virtualisasi dalam konteks Docker.
Virtual Machine (VM)
- Menggunakan hypervisor untuk menjalankan beberapa sistem operasi (Guest OS).
- Setiap VM memiliki Guest OS, pustaka dependensi, dan aplikasi sendiri.
- Lebih berat karena membutuhkan lebih banyak resource (CPU, RAM, Storage).
- Hardware
- Host OS
- Hypervisor
- Guest OS 1
- Guest OS 2
- Guest OS 3
🔹Analogi: VM seperti apartemen, setiap unit punya dapur dan listrik sendiri.
Docker (Containerization)
- Tidak menggunakan hypervisor, tetapi berbagi kernel OS host.
- Lebih ringan karena hanya memuat aplikasi dan dependensinya (pustaka/library).
- Container terisolasi tetapi lebih efisien dibandingkan VM.
- Hardware
- Host OS
- Docker Engine
- Container 1
- Container 2
- Container 3
🔹Analogi: Docker seperti rumah kos, berbagi listrik tetapi memiliki ruang sendiri.
Dengan memahami perbedaan antara Virtual Machine dan Docker, kita dapat menentukan teknologi yang paling sesuai untuk kebutuhan pengembangan dan operasional aplikasi. Jika dibutuhkan isolasi penuh dengan sistem operasi terpisah, VM adalah pilihan yang tepat. Namun, jika efisiensi, kecepatan, dan portabilitas lebih diutamakan, Docker menawarkan solusi yang lebih ringan dan fleksibel dalam menjalankan aplikasi di berbagai lingkungan.
Instance dalam Virtualisasi & Containerization
Dalam konteks Docker, istilah instance merujuk pada container yang sedang berjalan dari suatu image. Berbeda dengan VM yang menjalankan sistem operasi lengkap, container hanya berisi aplikasi dan dependensinya, berbagi kernel dengan sistem operasi host. Hal ini membuat container lebih ringan, cepat, dan efisien dibandingkan VM.
Instance pada Virtual Machine (VM)
- Instance adalah salinan dari Guest OS yang berjalan di hypervisor.
- Setiap instance adalah VM independen dengan sistem operasi lengkap.
Instance pada Docker (Container)
- Instance adalah container yang sedang berjalan dari suatu image.
- Container berbagi kernel dengan sistem operasi host.
$docker run -d nginx
🔹Perintah di atas membuat instance dari image Nginx.
Dengan pendekatan berbasis container, pengelolaan aplikasi menjadi lebih fleksibel. Pengembang dapat dengan mudah membuat, mendistribusikan, dan menjalankan aplikasi di berbagai lingkungan tanpa harus khawatir tentang perbedaan sistem operasi atau konfigurasi. Docker memungkinkan proses deployment yang lebih cepat dan konsisten, menjadikannya pilihan utama dalam pengembangan perangkat lunak modern.
Perbandingan Docker vs Virtual Machine
Berikut adalah perbandingan antara Virtual Machine (VM) dan Docker (Container) berdasarkan beberapa aspek utama, seperti isolasi, penggunaan sumber daya, waktu startup, dan ukuran. Pemahaman tentang perbedaan ini akan membantu dalam memilih teknologi yang paling sesuai dengan kebutuhan sistem dan aplikasi.
| Fitur | Virtual Machine (VM) | Docker (Container) |
|---|---|---|
| Isolasi | Full (termasuk OS) | Hanya aplikasi |
| OS Per Instance | Ya (Guest OS) | Tidak, berbagi kernel |
| Resource Usage | Berat (karena ada OS) | Ringan |
| Startup Time | Lambat (butuh boot OS) | Cepat (hanya aplikasi) |
| Ukuran | GB (karena ada OS) | MB (hanya aplikasi) |
Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa Virtual Machine lebih sesuai untuk menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan di satu server, sedangkan Docker lebih efisien dalam mengelola aplikasi secara cepat dan ringan. Pemilihan antara keduanya tergantung pada kebutuhan infrastruktur dan lingkungan pengembangan yang digunakan.
Kesimpulan: Virtual Machine cocok untuk menjalankan berbagai sistem operasi, sedangkan Docker lebih efisien untuk menjalankan aplikasi secara cepat dan ringan.
Warning!
We are not responsible for any loss whatsoever due to this site, also if you want to take this article please read terms of use or touch us via contact page.
If there is question, please discuss below. Very welcome and expected to provide corrections, criticisms, and suggestions.
Be the first :D